Skip to main content

Posts

Opinion : Joker [Movie 2019]

Hello Fellaz!! I've been watching a Joker movie today with my family and I got a lot of life learn from this movie. Then that's why I want to share my thought here (like what I usually did wkwk) Disclaimer : Penilaian ini bener - bener penilaian dari aku pribadi (yang hanya manusia hobi nonton2 film; bukan a movie expert wkwkwk) Jadi semoga apa yang aku tulis disini bisa jadi tambahan sudut pandang dalam menilai film ini(?) ...and here we go~ Dalam film ini dijelaskan bagaimana perjalanan hidup yang dialami oleh seorang Arthur Fleck hingga bisa menjadi seperti sosok Joker yang selama ini kita ketahui. Mengutip dari IMDb, film dengan genre drama, crime dan thriller ini memiliki rating sebesar 9,1....and for me, this movie is really deserve that good rating👐 Berdasarkan penilaianku, film ini tidak hanya sekedar film biografi tentang Joker. Lebih jauh dari itu, film ini adalah film yang mengandung pesan tentang #mentalillness awareness yang dikemas dalam bentuk yang lu...

Opinion : Bad Words and blah blah blah

Sometimes, remain silent is the best thing you can do --- Yak, setelah sempat hiatus beberapa waktu, akhirnya aku muncul lagi mengisi kesepian di blog ini~ Sebenernya, aku cuma lagi ingin meracau. Bukan, lebih tepatnya menyuarakan(?). Menyuarakan sesuatu yang belakangan waktu ini cukup menganggu ketenangan hidupku Disclaimer : yang akan ku tulis disini nyata yaa, tapi gak semuanya aku yang mengalami, but it still annoys me, a lot :)) --- I don't know how to start the story karena emang anaknya bukan tipe story teller yang baik wkwk Then, how if we start with the core??? I think it would be much better :)) Jadi, intinya...beberapa waktu terakhir, aku sedang berada di posisi berusaha untuk mengendalikan segala perkataanku. Niat awalnya adalah agar segala apa yang aku katakan adalah hal - hal yang memang baik dan (semoga) bermanfaat. Tapi, jika memang aku tidak berkata baik, setidaknya aku sangat amat berusaha untuk lebih hati - hati dalam menyusun setiap kalimat yan...

Opinion : #JusticeforWho?

Hai teman - teman semua! It's 22:23 and there's something inside my head that really bother me in the past few days... ...then I decided to write it here, so you guys also know what happend inside my head wkwk --- Jadi ceritanya, dunia per sosmed an ku sekitar 2 hari terakhir ini sedang dihebohkan dengan sebuah kejadian bullying yang dilakukan oleh sekelompok anak SMA yang menyerang seorang anak SMP di Pontianak. Saking hebohnya, sampe - sampe nyaris setiap tap ke next insta story, nyaris semua muanya update nya tentang hal ini😂 PS : You can find the news by googling it by yourself using keyword "#justiceforAudrey" then you'll find lots of updated news there........ Kasus bullying kali ini agaknya penuh drama sekali ya pemirsah...dan cukup mengejutkan netizen juga sih. Karena emang tindakan bullyingnya kali ini memang diluar nalar ku (karena cuma ngira bullying yang seperti itu hanya ada di film atau sinetron) dan yang bikin agak lebih terkejut...

Upgrading Myself (Ver 2.2.1) : Chroceting Class

"Pokoknya aku pengen bisa merajut" --- Sudah sekitar nyaris satu tahun terakhir ini, merajut menjadi salah satu hal penting yang harus bisa aku lakukan. Sebetulnya, keinginan bisa merajut itu sendiri bukan tanpa alasan. Aku punya alasan yang cukup kuat yang memang benar - benar mendorong aku untuk kekeuh berjuang bisa merajut. Tapi untuk yang ini, kita skip dulu ya. Karena di postingan kali ini, bukan itu yang mau dibahas. --- Setelah memutuskan untuk memasukkan merajut kedalam list skill yang aku harus mampu, aku langsung memberanikan diri untuk menceritakan salah satu keinginanku ini ke orang - orang terdekatku. Berdiskusi dan meminta saran tentunya. Termasuk meminta arahan tentang "bagaimana cara aku memulai?" dan kemudian didapati rata - rata jawabannya adalah "yasudah, coba ikut kursus aja" Karena memang niatnya bener - bener pengen banget bisa merajut, jadilah setahun terakhir aku juga berusaha mencari tahu tempat kursus merajut yang biaya da...
Tentang hidup dan permasalahan dalam hidup Tentang hidup dan cara menjalani hidup Tentang hidup dan menghidupkan kehidupan Aku ini tahu apa? Yang aku tahu hanya aku hidup untuk memberi makna Ntah untuk siapa, yang jelas selama aku masih bernyawa, aku harus bisa terus memberi makna Tentang hidup dan segala permasalahannya Aku harus kuat, katanya Mengeluh bukan jalan keluar yang disarankan Bahkan kalau bisa, jangan menangis, kata mereka Tentang hidup dan cara merasa hidup Jalani saja, semua pasti ada jalan keluarnya Cuma satu syaratnya, jangan lupa dengan Sang Pencipta Dia sudah atur semuanya, nikmatilah
Teruntuk nama yang tak pernah luput dari setiap doa ku, selamat ulang tahun :)

#30 : Halo, apa kabar?

Halo kamu, apa kabar? Lama ya kita tidak bertukar kabar Sepertinya juga sudah lama sekali tidak ada kabar darimu yang aku dengar Baik-baik saja kah kamu disana? Sedang sibuk apa? Berbahagia dengan duniamu ya? Semoga yah Teman-temanmu bagaimana? Masih tetap menyenangkankah? Pasti seru ya bisa tumbuh menua bersama Ayah ibu dan adik-adikmu bagaimana? Sehat-sehatkah mereka? Semoga selalu bahagia bersama ya Halo kamu, apa kabar? Tidak inginkah kamu meluangkan waktu sebentar Hanya untuk sekedar bertukar kabar Aku masih menunggu disini dengan sabar Menunggu angin meniupkan berita tentang kamu yang sudah lama tak terdengar --- 9 November 2017 Masih dengan sabar menunggu kabar

#29 : Kangen

"Aku kangen," ujarku kepada beberapa teman dekatku. Jelas pasti mereka langsung bertanya, kepada siapa rasa rindu yang tidak tahu waktu ini ku tujukan. Ku hanya diam. Pertanda bahwa seharusnya itu bukanlah pertanyaan yang perlu ku jawab, karena memang mereka sudah tentu tahu kepada siapa rindu ini tertuju. "Coba cari kesibukan, biar gak kepikiran," mereka masih berusaha memberiku saran. Aku hanya mampu mengiyakan, meski tahu itu pun terkadang juga tidaklah mempan. Ku coba untuk mencari cara, agar bisa terbebas dari rindu yang luar biasa. Tanpa perlu memberitahumu, tentunya. Teringat perkataanmu bahwa doa adalah obat paling tepat untuk segala macam jenis permasalahan. Ku coba memejamkan mataku sejenak, berusaha mengikuti saranmu. Berhasil. Mungkin. Atau lebih tepatnya sedikit berhasil? Ntahlah. Karena sesudahnya aku merasa bisa sedikit agak lega. --- Surabaya, 8 November 2017 Menutup hari dengan rasa rindu yang masih menggelayut di hati

#28 : Terimakasih

Selasa, 7 November 2017 --- "Gapapa lelah, yang penting jangan lupa buat terus berdoa yah." Ku baca pesan dari salah satu orang yang paling aku sayang. Pesan yang berusaha untuk membangkitkan semangatku hari ini. "Ya, ma." Singkat ku balas pesan itu. Dalam hati aku hanya bisa mengucap syukur, tanpa henti. Terlahir di lingkungan orang-orang yang tidak pernah lelah menyemangati. Ku coba mengingat lagi, sudah sejauh mana aku berlari. Mengingat orang-orang yang selalu ada dan tidak pernah pergi. Mencoba mengingat yang selalu datang menyemangati dan menemani. Terimakasih banyak. Untuk yang sudah datang dan tidak pernah pergi. Untuk yang selalu ada dan terus menyemangati. Sekali lagi, aku berjanji dalam hati, berusaha untuk memberi yang terbaik. Semoga doa yang kita panjatkan bersama tidak akan mengkhianati. --- Jakarta, pasca hujan di malam hari

#27 : Malam Ini

Malam ini, seharusnya aku sudah beres bersiap semenjak tadi. Tapi faktanya, lagi lagi sebagian dariku masih belum lah rela untuk mengangkatkan kaki. "Ayo kak," berkali sudah mamaku mengingatkan. Pun ntah sudah berapa kali juga aku hanya mengiyakan, tanpa beranjak dan melaksanakan. "Udah sejauh ini loh, inget lagi kenapa kemaren mau memulai semuanya," batinku mengingatkan diri sendiri. Dengan harapan bisa sedikit memotivasi diri ini. Ku langkahkan kakiku, bergegas mengambil air wudhu. Setelah ku tuntaskan kewajibanku, baru ku mulai yang seharusnya bisa sedari tadi selesai. Sambil kembali mengingat apa yang perlu dan wajib, memilah yang penting dan tidak. "Padahal cuma sebentar ya," batinku. "Udah enteng aja sekarang," masih dalam edisi berbicara pada diri sendiri. Malam ini aku kembali. Kembali meluruskan apa yang harus diupayakan. Karena lagi lagi aku teringat, ada banyak sekali yang sudah menunggu untuk dibahagiakan. Semoga aku berhasil me...

#26 : Aku Rindu

"Aku rindu." Seketika aku mengetikkan pesan untuk lekas ku kirim, pada satu nama yang akhir akhir ini sering mengganggu hariku. Lekas ku cari namanya dalam daftar temanku. Tapi kemudian aku terdiam. Berpikir sejenak sembari menghela napas panjang. Berpikri ulang untuk mengurungkan niat mengirim pesannya. "Nanti malah ganggu," pikirku. Segera aku hapus lagi pesan yang sudah siap untuk dikirim tersebut. Menahan rasa yang sudah tidak tahu sejak kapan munculnya. Ku pejamkan mataku. Mencoba untuk perlahan mengeja namamu dalam diamku. Berharap ada sesuatu yang bisa sampai padamu meski tanpa ku beritahu. "Halo, aku rindu," begitu pesan yang ku terima darimu. Ntah bagaimana, cara ini bisa selalu berhasil untuk kita. Lucu memang, tapi aku bahagia. Tidak masuk akal mungkin, tapi biarlah aku tak peduli. --- 5 November 2017 Surabaya, dengan perasaan rindu yang menunggu untuk sebuah temu

#25 : Bawa Aku Pulang

" Karena perempuan hanya tentang dua hal; perasaan dan kepastian " --- Rupanya benar, aku tidaklah sekuat yang pernah kita kira Padahal ini belum setengah jalan, bahkan belum apa apa Tapi, rasanya aku sudah ingin menyerah saja Bagaimana bisa, seseorang menjadi kuat jika tidak ada yang menguatkan? Bukankah salah satu alasan penting seseorang tetap berdiri menghadapi terpaan ombak yang sangat kencang adalah karena ia tahu, bahwa ia tidaklah berjuang sendirian? Kemudian bagaimana jika ia bahkan tidak pernah mendengarkan pun merasakan dukungan untuk bertahan? Mungkin, melangkah mundur dan merapuh adalah satu satunya jalan "Aku titipkan melalui doa" katamu. Bahkan, aku pun tak merasakan hadirmu, atau mungkin jangan jangan memang bukan aku yang tertulis sebagai jawaban dari doa doa mu? Aku lelah. Boleh ya aku menyerah? Selamat berjuang, semoga engkau lekas tiba di rumah --- 4 November 2017 Malam hari, dalam perasaan tersesat dan tau arah pulang

#24 : Aku Harus Memilih

" Ada yang lebih menyedihkan daripada menunggu. Adalah mereka mereka yang saling menunggu tapi tidak saling tahu " --- Hari ini lagi lagi aku dibuat bimbang oleh suara suara sumbang dalam pikiranku sendiri Diam diam sebagian dari aku menghasut untuk pergi, tapi sebagian lagi menyuarakan agar tetap tinggal "Lepaskan, kalau memang dia kan pasti akan selalu menemukan jalan" bisik suara yang menyuruhku untuk pergi "Yakin mau pergi? Segini saja kah mampumu?" Sebagian dari aku yang masih ingin terus mempertahankan Sungguh, tidak ada yang lebih gambling dari menunggu. Tentang setiap keputusan yang diambil tanpa pernah tau resiko dari hasil akhir. Tentang kemana kaki ini akan melangkah dan menerka nerka setiap rasa yang ada Lalu sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku melangkah? Atau tetap diam disini saja? --- Surabaya, dalam kondisi merindukan yang tidak tahu kapan dapat dipertemukan

#23 : Surat Terbuka

Teruntuk satu nama yang tidak pernah membuat kecewa, Aku ingin berbicara, Tapi ku mohon berjanjilah, bahwa malam ini kita tidak boleh ada yang marah. Bagaimana? Aku hanya ingin menyampaikan apa yang memang seharusnya didengarkan. Tapi jangan lupa ya, tetap harus sesuai perjanjian. Setuju? Aku ini hanya tidak ingin menjadi durhaka, Apapun akan ku lakukan hanya demi melihat engkau menjadi bahagia, Karena aku tau, bahwa dengan begitu aku bisa dapat hadiah surga. Tapi, perbedaan jalan pikiran kita berdua kadang membuat itu semua menjadi sulit untuk terlaksana. Terlebih lagi seperti yang sudah kita alami beberapa hari terakhir. Aku hanya ingin bersuara, Memang, aku ini pandai mempertahankan apa yang sudah kuyakini ada, Bukankah begitu engkau mengajariku dahulu? Tapi, ketidak inginanmu untuk mengerti mauku kali ini, itu yang membuat aku sedikit bersedih. Teruntuk yang selalu menyebutku dalam setiap doanya, Ku mohon kali ini mengertilah, Ego kita hanya sedang tidak bisa menj...

#22 : Untuk Kamu

" Karena terkadang kita hanya terlalu gelisah memikirkan hal yang belum tentu akan menjadi nyata " --- Ada hal yang seketika mengusik pikiranku sore ini. Dalam perjalanan menuju pulang, seketika bayanganmu muncul begitu saja, membawa semua kemungkinan yang bahkan belum tentu akan terjadi "Kamu cuma lagi kangen mungkin," ucapku pada diri sendiri. Terdiam aku. Hanya bisa menikmati sosokmu yang seketika muncul dalam ingatanku. Ya, mau bagaimana lagi. Segala jarak yang ada saat ini, membuat kita mau tidak mau harus mengalah. "Nanti, kalo udah ketemu lagi aku mau main main sepuasnya," batinku lagi. Belum sempat aku membayangkan keseruan antara pertemuan kita yang ntah kapan bisa menjadi nyata. Seketika pikiran lain datang seolah ingin merusak segala wujud bahagia. "Nanti....kalau misalkan......" ujarku dalam hati, tidak berani melanjutkan karena kemungkinan ini sungguh menakutkan untuk ku bayangkan saat ini. Aku memilih diam. Menikmati angin j...

#21 : Sekarang Bagaimana?

Kali ini apalagi? Padahal sudah setengah jalan, tapi sekarang kenapa malah mau berhenti? Jadi sesungguhnya apa yang kamu cari? Coba diingat ingat lagi sudah sejauh mana km berlari? Coba diingat ingat lagi sudah sebanyak apa perjuanganmu sejauh ini? Bukankah kamu sendiri yang berkata bahwa tidak akan ada hal baik yang datang tanpa perjuangan? Lalu sekarang mengapa kamu justru tergoyahkan? Ini semua bahkan belum bisa dikatakan langkah besar sebuah perjuangan, dan kamu memilih untuk menyerah? Sudah kah? Segini saja kah? Semua keputusan ada padamu, coba dipikir pikir dulu Jangan terburu buru, nanti hasilnya jadi ragu ragu --- Jakarta, akhir bulan November 2017 Ditengah keraguan dalam perjalanan menuju perjuangan

#20 : Ada yang Hilang

Jakarta, 30 Oktober 2017 --- Aku datang lagi, masih dengan tujuan yang sama lagi. Hanya saja rasanya sudah tidak seperti kemaren lagi. Seperti ada yang hilang. Ada yang kurang. Mungkin karena aku sudah tidak lagi menggebu untuk menjadi pemenang? Atau mungkin karena kali ini aku tahu bahwa kali ini ada sebagian dari diriku yang tidak ikut bersamaku? Biar nanti semuanya terjawab sendiri. Yang pasti, sekarang tugasku adalah menjadi lebih giat lagi. Terus membenahi diri untuk menuntaskan semua yang sudah terlanjur dimulai. Semoga semua doa dan upaya tidak akan mengkhianati. --- Menuju malam, penutup hari yang cukup melelahkan

#19 : Ijinkan Aku menjadi Lelah

Halo semesta, hari ini aku mau sedikit bercerita. Hari ini aku sungguh lelah. Boleh ya aku sedikit berkeluh kesah? Ntah kenapa juga aku merasa lelah, padahal mungkin jika ditelaah sesungguhnya tidak sedang terjadi apa apa. Mungkin karena aku sedang tidak dalam kondisi baik, jadi hatiku ikut ikutan jadi mudah berbolak balik? Ntah. Yang ku tahu aku sekarang hanya bisa berserah. Berpasrah juga tentunya. Aku hanya tidak ingin membuat kecewa. Itu saja. Tapi ternyata sepertinya aku salah. Berusaha untuk tidak membuat kecewa ternyata tidak semudah yang aku kira. Ada banyak cucuran keringat dan air mata yang harus tercurah. Ada ratusan bahkan ribuan doa doa yang harus dipanjatkan di setiap waktu waktunya. Sepertinya itu yang membuatku lelah. Ingin merasa berguna agar ada banyak orang yang bahagia. Tapi ternyata itu tidak sederhana. Doakan aku semoga bisa terus kuat berusaha. Mengejar apa yang memang sudah sepantasnya untuk dikejar. --- 29 Oktober 2017 Dalam perjalanan menuju perjuangan...